Jakarta - Penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 mengesankan. Tidak heran jika ribuan warga berkeinginan menonton langsung aksi Tim Merah Putih. Bukan hanya warga, tetapi Presiden SBY pun tidak ketinggalan untuk menonton langsung. Ribuan warga harus berdesak-desakan demi mendapatkan tiket semifinal, baik leg pertama maupun leg kedua antara Indonesia dan Filipina. Mereka rela mengantre sejak pagi demi bisa melihat aksi tim kesayangannya. Euforia sepakbola melanda warga biasa hingga presiden. Euforia jadi hak SBY juga. SBY juga berhak untuk menonton langsung pertandingan," kata pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Widjaya, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (19/12/2010).
Namun Yunarto menyoroti PSSI. Dia menilai PSSI belum cukup sukses mengurusi pelayanan pembelian tiket. Pada Sabtu kemarin saja, terjadi kericuhan lantaran suporter Timnas yang sudah menunggu berjam-jam di Stadion Gelora Bung Karno emosi karena loket pembelian tiket tak kunjung dibuka.
"Mungkin harus dibenahi lagi oleh PSSI, kenapa pejabat bisa memesan banyak tiket sementara di sisi lain karena belum optimal (pelayanannya), warga (yang mengantre) mengamuk," sambung alumnus Universitas Parahyangan dan UI ini. Yunarto berharap, kerja dan struktur dari PSSI harus ditingkatkan lagi, agar euforia sepakbola yang sedang melanda Tanah Air tidak ternodai amuk massa maupun kericuhan.Pada gelaran semifinal pertama, Presiden SBY nonton langsung di Stadion GBK. Presiden didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono, putra bungsunya Edhie Baskoro dan sejumlah pejabat tinggi negara seperti Panglima TNI Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan dan Menpora Andi Mallarangeng. Tampak juga dalam deretan kursi Presiden, pengusaha sekaligus ketua umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie.
Twitter
Facebook
Digg
Delicious
Stumble
0 komentar:
Posting Komentar